Your results:
You are Robin

Robin
90% Young and acrobatic. You don't mind stepping aside to give someone else glory.
Click here to take the Superhero Personality Quiz

 


...kita, hamba yang memohon cinta Allah Yang Maha Pengasih dan merindukan Rasulullah Saw.
   

<< August 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Thursday, September 28, 2006
IMPOR BERAS BUKAN PIL PAHIT

Oleh

aye ndiri*

Benarkah Indonesia Tidak Mampu ?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah 3,95 juta orang, yakni dari 35,10 juta orang pada Februari 2005 menjadi 39,05 juta orang pada Maret 2006.

Angka tersebut dapat diartikan sebagai fenomena turunnya daya beli masyarakat terhadap beragam konsumsi kebutuhan pokok.

Apalagi jika kita perhatikan menurunnya ”daya beli” masyarakat terhadap biaya pendidikan yang sedang direkayasa ke dalam nama-nama lain saat ini, di kala mereka masih memiliki mimpi untuk mengalami pembelajaran di sekolah formal dan pendidikan tinggi. Ironis.

Kenaikan harga BBM tanggal 1 Oktober 2005 yang dipersiapkan pada tanggal 30 September 2005 saat mahasiswa se-Indonesia melakukan aksi dan audiensi kepada pemerintah pusat dan anggota legislatif memang sudah sudah menambah angka kemiskinan masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Aburizal Bakrie pun menyadari bahwa peningkatan jumlah penduduk miskin dipicu juga oleh kenaikan harga BBM, seperti yang dinyatakannya dalam sebuah wawancara dengan wartawan kantor berita Antara pada tanggal 6 September 2006. Namun, sangat disayangkan bahwa ia pun mendukung adanya kebijakan impor beras tahun ini dengan alasan untuk memberikan beras dengan harga murah bagi masyarakat yang daya belinya rendah.

Bila demikian adanya, maka apakah ”pemiskinan” masyarakat dengan cara menaikkan harga BBM bisa diobati dengan penurunan harga beras dengan impor beras. Bukankah sebaiknya kita melakukan optimalisasi produksi beras dalam negeri secara mandiri dan tidak menaikkan harga BBM.

Lalu, jika demikian pula solusi pemerintah pusat saat ini, maka hal ini sama dengan kesenangan oknum pemerintah daerah yang gemar mengadakan proyek jalan layang tanpa mengelola kebijakan tentang jumlah kendaraan dengan alasan kemacetan. Padahal proyek kemanusiaan seperti upaya pencerdasan masyarakat melalui pendidikan dan upaya penyehatan masyarakat yang sering dilanda banjir musiman; demam berdarah musiman; dan kurang gizi itu lebih penting ketimbang proyek pembangunan sarana dengan frame-work seperti itu.

Nah, tahun 2006 ini pemerintahan SBY berencana akan mengimpor beras sebanyak 250 ribu ton yang kemudian ditolak secara tegas oleh 27 anggota DPR RI melalui penggunaan hak interpelasi.

Apabila kita melakukan kilas balik terhadap peristiwa yang terjadi pada tahun 2004 di era pemerintahan sebelum SBY. Selama hampir enam bulan harga beras untuk masyarakat Indonesia mengalami penurunan dan jumlah produksi beras dalam negeri lebih besar dari jumlah konsumsi masyarakatnya.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Rini MS Suwandi sempat melarang impor beras selama kurun waktu tersebut; dari tanggal 21 Januari sampai 30 Juni 2004 dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 9/MPP/Kep/1/2004 yang mengatur tentang ketentuan impor beras.

Sehingga, muncul pertanyaan klasik; apakah kita tidak merasa percaya diri bahwa negara kita ini (red. Indonesia) mampu mencukupi kebutuhan konsumsi beras dalam negeri dan harganya pun dapat dijangkau oleh masyarakatnya. Apalagi pada tahun 2005 ketika impor beras ke-1 dilakukan pemerintahan SBY, ternyata petani padi Indonesia bisa ”menyumbang” beras ke Afrika dan Arab Saudi sekira 52.000 ton pada April 2005.

Ritual Tahunan; Penyakit Impor Beras

Pemerintah Indonesia pada tahun 2002 pernah memiliki stok beras yang tersedia di Bulog sebanyak 1,68 juta ton, lalu melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton. Namun, keadaan yang lebih parah adalah ketika pemerintah Indonesia pernah memiliki stok beras di Bulog yang lebih tinggi pada tahun 2003, yakni sebesar 2,2 juta ton, impor beras tetap dilakukan sebanyak 655 ribu ton yang sempat memukul harga dasar gabah kering di level petani padi yang dibombardir pula oleh beras impor dari Thailand dan Vietnam pada Desember 2003.

Anehnya, di masa pemerintahan SBY ini, Perum Bulog sering mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat untuk melakukan impor beras dengan alasan prediksi akan kurangnya stok beras untuk konsumsi dalam negeri hingga mereka menyatakan bahwa jika membeli beras dari petani padi dalam negeri itu kualitasnya rendah dengan indikator kandungan kadar air yang terlalu tinggi. Memang ada daerah-daerah yang mengalami un-predictable di beberapa daerah yang terkena bencana alam, tapi itu tidak bisa dijadikan cover untuk menutupi kelemahan Perum Bulog dalam mengantisipasi kekurangan stok beras dalam negeri karena selain adanya kemungkinan terjadinya bencana setiap tahun, masalah ketidakseriusan Perum Bulog dalam membeli gabah kering dari petani pun selalu terjadi dan dilakukan dengan sengaja.

Beberapa daerah surplus beras seperti di kalimantan dan Sumatera ternyata masih mampu memberikan stok berasnya untuk daerah lainnya, jika Perum Bulog serius untuk mengadakan langkah ”pengobatan” terhadap masalah kekurangan stok beras ini.

Sebenarnya jika impor beras itu terpaksa dilakukan sebagai pengobatan akan masalah kekurangan stok beras dalam negeri, selama ini itu impor beras ternyata malah menjadi ”penyakit tahunan” bagi petani padi yang tingkat pengrusakannya jauh lebih parah dan menambah jajaran faktor perusak usaha pertanian mereka, yakni di antara hama dan tukang ijon.

Negara Peserta Lomba Impor Beras

Biasanya negara-negara yang berlomba untuk mengambil kesempatan mengimpor beras ke Indonesia adalah Thailand, Vietnam dan India. Salahsatu alasan negara-negara tersebut melakukan impor beras ke Indonesia adalah, bahwa Indonesia dikenal sebagai negara importir beras terbesar di dunia.

Sikap Petani

Saat ini petani kesulitan menjual berasnya kepada Bulog karena mereka tidak mampu menjualnya sesuai Harga Patokan pemerintah (HPP) yang masih rendah harganya. Apakah Bulog tidak bisa mengupayakan solusi bagi masalah ini. Bukankah mereka digaji untuk bekerja bersama para petani-petani Indonesia. Semoga mentalitas ”menunggu sampai bencana datang” tidak terjadi di bidang ketahanan pangan negara kita.

Bila kita amati peristiwa pada Agustus 2006 lalu terjadi aksi protes para petani bawang merah yang melemparkan ratusan bawang merah hasil panen mereka ke jalan akibat adanya kebijakan impor bawang merah dari pemerintah Indonesia.

Apakah hal serupa akan terjadi pada para petani beras karena saking merasa dirugikannya, mereka melakukan aksi membuang sebagian hasil keringatnya sendiri.

Peran pemerintah Indonesia hingga saat ini dipertanyakan dalam mengantisipasi kekurangan stok beras dalam negeri.

Program ketahanan pangan negara ini belum lagi dinyatakan kedahsyatannya oleh pemerintahan SBY, apalagi sampai mengadakan kegiatan mobilisasi potensi dalam negeri untuk sebuah proyek kemandirian di bidang pertanian padi yang sekaligus juga bisa menghapuskan predikat Indonesia sebagai negara importir beras terbesar di dunia.


                Dukungan Mahasiswa

Dukungan mahasiswa yang empatik terhadap permasalahan petani padi Indonesia tentu sangat dinantikan. Dalam hal ini peran mahasiswa dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah tentang impor beras sangat dibutuhkan. Peran mahasiswa yang positif dalam menyikapi kenyataan yang merugikan petani padi di Indonesia seperti ini diharapkan pula mampu membimbing para petani padi tersebut dalam menyikapi masalah ini secara cerdas agar mereka tidak cenderung terhadap perbuatan yang mengandung unsur keputus-asaan.

Tak perlu petani membuang hasil keringatnya sendiri karena masih ada jalan konstitusi yang bisa memperjuangkan hak mereka untuk mendapat keadilan dalam berusaha dan berdagang.

Perih memang. Usaha petani padi mengais nafkah setelah berbulan-bulan harus dijegal dengan impor beras yang merugikan hasil panen mereka.

Adapun mahasiswa, ia mungkin dapat bersikap empatik sekadarnya saja terhadap masalah penderitaan petani padi ini. Namun, setidaknya itulah yang bisa mahasiswa kerjakan. Pekerjaan ini adalah sebuah pekerjaan kemanusiaan.

Mahasiswa dapat melakukan aksi "tolak impor beras" secara massive sebagai aksi solidaritas-empatik terhadap nasib petani padi Indonesia karena pemerintah sudah terlalu rutin merancang kebijakan impor beras secara matang dibanding merancang persiapan untuk memproduksi beras guna memenuhi target ideal ketahanan pangan dalam negeri.

Kemudian, mahasiswa pun harus mampu melakukan kajian prefensial yang dinyatakan ke dalam sikap intelektualnya terhadap masalah ini dengan cara melakukan dialog solutif tentang cara penanggulangan masalah kekurangan stok padi setiap tahun bersama Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Perum Bulog dan Komisi IV DPR RI. Kemudian, yang paling penting adalah menyatakan hasil dialog tersebut, jika dihasilkan sebuah konsep praktis tentang penanggulangan masalah kekurangan stok beras yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia, maka eksekutor negara bersama seluruh elemen terkait harus melaksanakan hal itu dengan sebenar-benarnya. Jika tidak, maka kenyataan pahit, ”hidup di Indonesia bagaikan hidup di negeri penjajahan” harus dilawan.

Takkan berhenti kita beraksi selama tirani masih membumi.

Selamat berjuang rakyat Indonesia !

Selamat berjuang mahasiswa pembaharu bangsa !

(Dari berbagai sumber)

*) penulis adalah aye ndiri

Posted at 08:33 am by deefathya
buat tanggapan  

Monday, August 28, 2006
Buat Sendiri Aje Biar Tau Rasa

baru ikut blogdrive lg
"ngapain pulsa tlkmnet dpake2 g bener...awas lho"
...oia, nyari tmbahan bahan isu simulasi+presntasi u/ maru.
"sholatnya kurang, tilawahnya kurang,hrs diperbaiki atuh !"
ntar rapat---ntar ktemu ini-itu..
"tu mah ladang takabur n nyibukin ga karuan"
...tapi ad niat ibadah sih
"ibadah yg bner atuh !"
...ya, mnt kerjasamanya yah (^_^)
"sy pertimbangkan (~_~) "
...knapa hrs rd marah
"yah, biar tau rasa !"
...o, gitu...makasih...tapi, maaf itu mendidik ga ?
"yah mengajar-lah dikit ! buat lo !"
aduh...simkuring mah teu terang naon eta lo teh ?
"eh, lo itu artinya kamu, muhun atos wae...cekap-cekap"
...is, enya kdah sabarrr ! hi2x

NB: dialog yg aneh

Posted at 01:50 pm by deefathya
buat tanggapan  

Saturday, August 19, 2006
PEMBELAJARAN DI PENGUNGSIAN

Saat makan bareng pengungsi...makan nasi bungkus...asik bgt
Lauknya sayur-sayuran bergizi dan ikan laut
Sambel tu pasti ada
...ada pembelajaran dalam pengalaman ini....
sebuah kebersamaan yang tak pernah dialami orang-orang yang mengangkat kepala
pengalaman indah yang tak dimiliki pejabat tinggi negara yang mengangkat kepala
pengalaman asik yang tak dialami pejabat elit mahasiswa yang mengangkat kepala
pengalaman menggugah yang tak disadari konglomerat yang mengangkat kepala
...sebuah pengalaman asik aje yang tak dialami para pemalas yang hanya nempel spanduk, tapi ga peduli sama korban bencana...

Posted at 02:01 pm by deefathya
buat tanggapan  

NINA BOBO

Di tengah pengungsi aku pengen bobo...
Di kesepian malam dan suara tabuhan ombak aku pengen bobo
Di tenda pleton ini semut merah dan besar merayap melulu, tapi aku mah asik aje...asal lo pade kaga gigit gue
Di dalam tenda ini aku pengen bobo
Di sini aku pengen bobo
...tapi gimana bobonya, sedangkan pengungsi memerlukan penjaga ?
Di sini ga ada polisi satu pun !
Di sini...ga ada pemerintahan !
Di sini...kami sendirian...mandiri...hidup untuk bertahan.

Buat apa ada polisi ?
Buat apa ada pemerintah ?
Buat apa ada relawan ?

Yuuu jawab sama2....

Posted at 01:56 pm by deefathya
buat tanggapan  

Wednesday, July 26, 2006
Siaran tunda dari pangandaran

Whaaa ! baru bisa online, sinyalnya susah dicari...btw ada dusun di kec. Cimerak Kab Ciamis...nama dusun itu=Cibingung klo dialih bahasakan ke b.Indo= Air Bingung...yah, cukup bikin senyum+ketawa di tengah dusun yg sepi dan paling jg sekarang ada lalu lalang mobil pembawa bantuan u/ warga.

Posted at 05:08 pm by deefathya
buat tanggapan  

Thursday, June 29, 2006
Ringkasan Surat U/ Wakil Rakyat (1)

Kepada Yth,
Fraksi (Parpol)                                                                 Bandung, 26 Juni 2006
di
tempat

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Kepada Bpk/Ibu Tercinta di Jalan Allah.
Saya ingin menginformasikan beberapa hal berikut yang diharapkan dapat menjadi salahsatu alternatif solusi bagi masalah yang ada saat ini. Meski, alternatif ini tidak serta-merta merupakan alternatif terbaik, namun saya mencoba untuk berkontribusi bagi para pejuang di legislatif yang saya pilih.

1. ALTERNATIF SOLUSI PREVENTIF PENANGGULANGAN BENCANA

Setelah mengamati beragam kasus bencana alam di Indonesia, maka alangkah baiknya anggota parlemen mengingatkan pemerintah untuk membuka mata hati dan mata fisiknya dalam mencegah sedari dini, terhadap segala macam bencana yang bisa terjadi seperti longsor dan banjir dengan koordinasi dari Badan Penanggulangan Bencana.
Jika gempa bumi adalah contoh bencana yang tiba-tiba, maka pengamanan daerah rawan gempa harus diperbaharui agar meminimalisir korban jiwa dan infrastruktur. Bukankah kita mempunyai catatan sejarah gempa.
Namun, untuk masalah longsor atau banjir-hal ini bisa dideteksi secara dini, apalagi dengan kerjasama solid di tingkat Desa/RW/RK/RT.
Memang mereka bukan PNS dan tidak mendapat gaji, jadi tolong perjuangkan hak kesejahteraan mereka agar bisa bekerja dengan loyalitas yang baik serta kontributif kepada rakyat desanya. Karena siapa lagi tokoh pemerintahan terbawah kalau bukan mereka--Para pengurus Desa/RW/RK/RT.
Jangan biarkan mereka setia kepada partai yang ngasih UANG tiap Pilkada atau Pemilu Nasional+Pilpres. Saya khawatir fenomena ini semakin kuat menjadi industri politik terbesar bagi oknum pengurus Desa/RW/RK/RT.

2. ALTERNATIF SOLUSI UJIAN AKHIR NASIONAL

Pertama, saya setuju ada Ujian Nasional ke-2 atau Ulangan.

Kedua, saya ingin mewacanakan solusi tentang Ujian Nasional di masa depan, yaitu sebagai berikut :
Jika Ujian Akhir Nasional adalah ujian kelulusan, maka yang harus diukur adalah seluruh potensi siswa SD,SMP & SMU yang mengikuti ujian tersebut.
Bukankah manusia memiliki Multiple Inteligencies yang bisa diukur secara KUANTITATIF. Apalagi sudah ada beragam mata pelajaran di SD, SMP, dan SMU yang dipelajari oleh para pembelajar (siswa), maka hal itu sebaiknya dimasukkan ke dalam Ujian Akhir Nasional dan dinilai dengan adil.
Jangan sampai ledakan persepsi :

"jika hanya 3 mata pelajaran yang diujikan, maka buat apa belajar Olah Raga di sekolah ?"
atau
"ya, sudahlah gak usah ada pelajaran lain di kurikulum nasional kecuali 3 mata pelajaran yang diujikan dalam UAN."

Alternatif solusi :
a. Jika mau diukur keberhasilan kinerja guru & potensi siswa dengan UAN, maka ukurlah semua aspek potensinya. Artinya, ujikan seluruh mata pelajaran yang diberikan dan buatlah standar kelulusannya.
b. Jika hanya beberapa mata pelajaran yang akan diujikan, maka kelak siswa kelas akhir dapat diuji lagi sesuai dengan pilihan jurusan/program studi/departemen yang ada di sekolah lanjutan berikutnya atau pendidikan tinggi sekalipun.
HANYA :
Untuk siswa SD ke SMP atau SMP ke SMU belum ada penjurusan di kelas awal ("kelas 1"). Kecuali, jika ingin digagas, maka penjurusan sebaiknya dari kelas awal dan tidak di akhir tingkatan kelasnya.
Bukankah pada akhirnya, seorang siswa yang mahir dalam kemampuan dasar yang diperolehnya di SD akan melanjutkan ke SMP sebagai perbekalan yang lebih khusus untuk belajar di SMU. Jadi sudah saatnya, pendidikan Indonesia disesuaikan dengan kebutuhan akan PENGEMBANGAN KHUSUS TERHADAP KOMPETENSI SISWA YANG KHUSUS PULA.
Apalagi siswa SMU yang akan menuju pendidikan tinggi, maka jurusan seni rupa pasti ujiannya beda dengan jurusan fisika. Sehingga, siswa SMU atau SMK sekalipun, harus dipersiapkan di sekolah menengah supaya dapat bekerja; membuat lapangan kerja; atau ikut kuliah sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
Maaf, jika menjamurnya "Pusat Bimbingan Belajar" di Indonesia saya persepsikan sebagai salahsatu obat manjur terhadap kualitas PBM di SD, SMP, dan SMU yang belum baik; belum cukup bermanfaat; dan atau belum cukup untuk memenuhi kebutuhan para siswa.

Mohon maaf atas kekurang dan kesalahan.
Billaahit-taufiq wal hidaayah.
Wassalaam. Wr. Wb.

Terima Kasih,
Ttd
Defathya

Posted at 10:38 am by deefathya
Comment (1)  

Thursday, June 22, 2006
Pendidikan (lagi ngapain ?)


Pendahuluan :

Pendidikan di daerah bencan adalah hal yang sangat urgent, begitupun pendidikan di daerah non-bencana saat ini.
Penyelenggaraan pendidikan yang merata; menyeluruh; dan terjangkau oleh semua rakyat Indonesia akan memunculkan pula kader-kader muda pembaharu Indonesia yang akan menggulirkan gerakan pembangunan negara sekarang ini dengan cara yang ilmiah dan tidak membuat pembodohan kepada rakyat.
Dalam sudut pandang kepentingan penyelenggaraan pendidikan di era pemerintahan yang sedang "membangun" (red: masih belum jelas, apakah benar pemerintah sekarang sedang membangun?) di NKRI.
...maka alangkah lebih baiknya, jika pemerintah segera melakukan penyadaran diri atau disadarkan oleh elemen bangsa yang masih memiliki kepekaan nurani dalam memperjuangkan eksistensi pendidikan untuk semua.
Sehingga diharapkan agar pemerintah bersama rakyat Indonesia dapat bekerjasama secara adil untuk memberikan pendidikan sebagai fasilitator pengembangan diri rakyat Indonesia untuk menumbuhkan perubahan kualitas kehidupan bangsa, termasuk menumbuhkan jutaan kader muda Indonesia, penerus pembangunan bangsa ini.

Berikut adalah dua pertanyaan yang saya ajukan kepada siapapun yang menyimak tulisan ekspresi kelelahan sy ini. 
(PS: soalnya sy nulisnya dlm keadaan lelah bgt ni. So, silahkan klo mo jwb or komentar)

Pertanyaan :
1. Apakah kader muda Indonesia akan mampu mengejar laju pergerakan berbagai bangsa lain yang sangat perhatian dalam menjadikan pendidikan sebagai roda utama penggerak bahtera peradabannya---bangsa yang semakin canggih mengelola masalah pendidikan menuju peradaban dan kejayaan bangsa tersebut.
2. Apakah  kader muda Indonesia akan merasa diperhatikan sebagai anak kandung---anak yang menjadi bagian dari keluarga besar NKRI, hingga kelak di masa depan ia akan merasakan perlunya memberikan kontribusi yang riil bagi NKRI

Penutup :
Akhirnya....
Saya cukupkan tulisan ini yang ditujukan untuk menggali ide tentang urgensi pendidikan di Indonesia dan solusi kongkrit yang bisa ditawarkan, diperjuangkan serta diwujudkan agar pembelajaran yang murah bgt bg rakyat Indonesia bisa ADA ...trus spy rakyat g dibodohin melulu ama  para pengusaha politik yang sudah banyak dari zaman dahulu dengan meng-afiliasikan diri ke dalam partai politik, koalisi elit politik, yayasan, LSM, asosiasi pengusaha, OKP, dan O3x lainnya.

TAPI SORRY ye :P...TIPE ORANG KAYA GINI GA AKAN KUAT MASUK KE ORGANISASI/PERKUMPULAN/KOALISI/DSB yang memiliki SISTEM YG SOLID & KADER YG BERIMAN.

Penerangan :
    Pengusaha Politik adalah orang yang nyari untung dari hasil penjualan kata-kata, penampilan, aset  negara, dan pengorbanan rakyat dengan cara menguasai posisi pengambil kebijakan yang berwenang mengelola sebagian atau seluruh bagian negara.

    



Posted at 08:01 am by deefathya
buat tanggapan  

Friday, June 09, 2006
perih

sepertinya harus berulang kembali kepedihan ujian yg menimpa manusia.

termasuk pada diri ini yg sama...manusia jg, betul ?

apa ga ada lg jalan selain menempuh jalur panjang dan menusuk kaki ?

eh, ternyata ada !!!

jalan kenikmatan yg penuh kebahagiaan dan kesenangan !!!

bener lho !

saat berjalan memperjuangkan pembaharuan, tapi dihambat...inilah jalan yg nikmat itu. Nikmat bgt !

saat berusaha menolong orang, tp tempatnya jauh dan medan alamnya membuat sakit badan...ternyata ini jalan itu...jalan yg membahagiakan diri. Bener lho !

saat berjalan bersama orang yg dicintai karena 4wl, lalu orang itu mengalami ujian yg berat dan menyulitkan, hingga membuat kita empati...atau beliau harus pergi meninggalkan kita selamanya, lalu kita sangat sedih kehilangan dia...ya, inilah jalan yg dikasihi 4wl...memang penuh usaha dan bekal ke negeri abadi. Kita akan merindukan orang tersebut kerena 4wl, terbayang akan berjumpa dia kembali di sebuah tempat indah kelak, dan bersama memuji 4wl Yang Maha Penyayang. 

TP EMANG MAKAN ATI.

G BS DIPUNGKIRI.

TP LG...BUKANKAH KEBAHAGIAAN ITU DI HATI ?

SOK ATUH HATI....BAHAGIA YAH. (^ _ ^)

btw, jogja still be my concern after i've got there last week for a long week.

i'll be back there as soon as possible to act with all my brothers.

...AND WE ARE A  TEAM WHO WILL BE BACK OUT THERE.

 


Posted at 12:27 pm by deefathya
buat tanggapan  

Saturday, May 13, 2006
SEMUA BEM KM BISA AMAN

TOPIK BARU:

BEM itu aman untuk smua dan boleh untuk smua -


To : "The Great"


Jawaban u/ topik "EUTANASIA-kan BEM KM"


Hidup Keadilan !!
Hidup Mahasiswa Yang Bisa Adil !!


Hm...ku kira masalahnya adalah gmn kita smua memperjuangkan keadilan untuk semua dalam kampus kita yg pastinya adalah ujung tombak prjuangan smua anggota KM UGM.
Siapapun hrs adil sama sesama.
Perbedaan itu hanya muncul saat ada 2 sisi, yakni :
1. Sisi A: yang salah ato jahat ato berkhianat
2. Sisi B : yang baik ato bener ato pejuang kebaikan

Masalah dari Organisasi Pergerakan A/B/C/D gak usah dijadikan label dulu ya....
So, baiknya lihat dan saksikan bukti sikap semua orang yang daftar jadi pengurus....dan aturan kudu dipahamkan di awal...mana yg baik-mana yang salah..kalo salah 1 kali sampe 10 bisa diperbaiki...tapi kalo ngejahatin ato berkhianat...sanksinya kalo pelakunya gak sadar, baiknya dikeluarkan dari BEM aza sementara...sambil "perbaikan diri".

Oknum ada dimana2....pengkhianat yg bisa nyuri harta, nuduh2, nyebarin fitnah, jd mata2 birokrat, korupsi duit BEM, pornoaksi-pornografi +dll kejelekan bisa dilakukan sm sapa aja.

SOLUSI AGAR BEM KM GAK DIJAUHIN, MAKIN SEPI + GA BERCITRA 1 GOLONGAN Smile


Yooo! Rekrut secara terbuka calon pengurus BEM yg profesional :
1. Jujur
2. Ahli di bidangnya; punya konsep, strategi dan bisa melaksanakan konsep itu
3. Punya pengalaman ngurus: kepanitiaan/organisasi ekstra ato intra
4. Siap menjadi satu kesatuan dalam BEM KM UGM dan meninggalkan atribut "kotak" organisasi ekstranya.
5. Tidak bertipe omong doang+aksi ga nyata

Maaf ini sekedar input yg bisa ditambah/dikurang dan diperbaiki oleh sahabat2 UGM lainnya yg punya apa yg sy tidak miliki.
You all can be better than me in the other side or at the same side.
THANX
best regards

NB: (Jwbn ni kutipan lho)


Posted at 11:44 am by deefathya
buat tanggapan  

Tuesday, May 09, 2006
About BEM KM UGM nowdays ?

dikutip dari : km.ugm.ac.id


the Great

 

 

EUTANASIA-kan BEM KM - 2006/05/03 10:21


sepertinya benar yang dibilang temen sebelum gw masuk ugm. "gak usah aktif di bem deh!! kagak ada gunanya". awalnya gw kagak percaya ama yang dia omongin, eh setelah gw buktiin ama mata kepala gw sendiri ternyata bener tuh yang dibilang ama temen gw.
udah kagak usah pake mikirin gimana caranya orang aktif lagi di bem. mendingan lo semua pada minggat deh dari situ. bentar lagi juga bem dibubarin. gimana mau dipertahanin wong yang milih di pemira kemaren aja kaga ada satu angkatan. kalo kagak salah cuma sekitar goceng.
lagian sih bem dikuasain sendiri. jadi males tuh anak2 laennya. kita tuh kagak boleh maksain fikroh kita sama orang laen. betul kagak pak ustadz?? agama aja gak boleh dipaksain. apalagi cuma golongan pergerakan lebih2 organisasi.
kalo bem tetep aja dikuasain satu golongan aja, ya udah buat apa ada bem. bem kan seharusnya menampung aspirasi semua golongan dari kiri abis ampe kanan mentok. kalo gak bisa gitu EUTANASIA-kan aja bem



Posted at 06:24 am by deefathya
Comment (1)  

Next Page