Your results:
You are Robin

Robin
90% Young and acrobatic. You don't mind stepping aside to give someone else glory.
Click here to take the Superhero Personality Quiz

 


...kita, hamba yang memohon cinta Allah Yang Maha Pengasih dan merindukan Rasulullah Saw.
   

<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, June 29, 2006
Ringkasan Surat U/ Wakil Rakyat (1)

Kepada Yth,
Fraksi (Parpol)                                                                 Bandung, 26 Juni 2006
di
tempat

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Kepada Bpk/Ibu Tercinta di Jalan Allah.
Saya ingin menginformasikan beberapa hal berikut yang diharapkan dapat menjadi salahsatu alternatif solusi bagi masalah yang ada saat ini. Meski, alternatif ini tidak serta-merta merupakan alternatif terbaik, namun saya mencoba untuk berkontribusi bagi para pejuang di legislatif yang saya pilih.

1. ALTERNATIF SOLUSI PREVENTIF PENANGGULANGAN BENCANA

Setelah mengamati beragam kasus bencana alam di Indonesia, maka alangkah baiknya anggota parlemen mengingatkan pemerintah untuk membuka mata hati dan mata fisiknya dalam mencegah sedari dini, terhadap segala macam bencana yang bisa terjadi seperti longsor dan banjir dengan koordinasi dari Badan Penanggulangan Bencana.
Jika gempa bumi adalah contoh bencana yang tiba-tiba, maka pengamanan daerah rawan gempa harus diperbaharui agar meminimalisir korban jiwa dan infrastruktur. Bukankah kita mempunyai catatan sejarah gempa.
Namun, untuk masalah longsor atau banjir-hal ini bisa dideteksi secara dini, apalagi dengan kerjasama solid di tingkat Desa/RW/RK/RT.
Memang mereka bukan PNS dan tidak mendapat gaji, jadi tolong perjuangkan hak kesejahteraan mereka agar bisa bekerja dengan loyalitas yang baik serta kontributif kepada rakyat desanya. Karena siapa lagi tokoh pemerintahan terbawah kalau bukan mereka--Para pengurus Desa/RW/RK/RT.
Jangan biarkan mereka setia kepada partai yang ngasih UANG tiap Pilkada atau Pemilu Nasional+Pilpres. Saya khawatir fenomena ini semakin kuat menjadi industri politik terbesar bagi oknum pengurus Desa/RW/RK/RT.

2. ALTERNATIF SOLUSI UJIAN AKHIR NASIONAL

Pertama, saya setuju ada Ujian Nasional ke-2 atau Ulangan.

Kedua, saya ingin mewacanakan solusi tentang Ujian Nasional di masa depan, yaitu sebagai berikut :
Jika Ujian Akhir Nasional adalah ujian kelulusan, maka yang harus diukur adalah seluruh potensi siswa SD,SMP & SMU yang mengikuti ujian tersebut.
Bukankah manusia memiliki Multiple Inteligencies yang bisa diukur secara KUANTITATIF. Apalagi sudah ada beragam mata pelajaran di SD, SMP, dan SMU yang dipelajari oleh para pembelajar (siswa), maka hal itu sebaiknya dimasukkan ke dalam Ujian Akhir Nasional dan dinilai dengan adil.
Jangan sampai ledakan persepsi :

"jika hanya 3 mata pelajaran yang diujikan, maka buat apa belajar Olah Raga di sekolah ?"
atau
"ya, sudahlah gak usah ada pelajaran lain di kurikulum nasional kecuali 3 mata pelajaran yang diujikan dalam UAN."

Alternatif solusi :
a. Jika mau diukur keberhasilan kinerja guru & potensi siswa dengan UAN, maka ukurlah semua aspek potensinya. Artinya, ujikan seluruh mata pelajaran yang diberikan dan buatlah standar kelulusannya.
b. Jika hanya beberapa mata pelajaran yang akan diujikan, maka kelak siswa kelas akhir dapat diuji lagi sesuai dengan pilihan jurusan/program studi/departemen yang ada di sekolah lanjutan berikutnya atau pendidikan tinggi sekalipun.
HANYA :
Untuk siswa SD ke SMP atau SMP ke SMU belum ada penjurusan di kelas awal ("kelas 1"). Kecuali, jika ingin digagas, maka penjurusan sebaiknya dari kelas awal dan tidak di akhir tingkatan kelasnya.
Bukankah pada akhirnya, seorang siswa yang mahir dalam kemampuan dasar yang diperolehnya di SD akan melanjutkan ke SMP sebagai perbekalan yang lebih khusus untuk belajar di SMU. Jadi sudah saatnya, pendidikan Indonesia disesuaikan dengan kebutuhan akan PENGEMBANGAN KHUSUS TERHADAP KOMPETENSI SISWA YANG KHUSUS PULA.
Apalagi siswa SMU yang akan menuju pendidikan tinggi, maka jurusan seni rupa pasti ujiannya beda dengan jurusan fisika. Sehingga, siswa SMU atau SMK sekalipun, harus dipersiapkan di sekolah menengah supaya dapat bekerja; membuat lapangan kerja; atau ikut kuliah sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
Maaf, jika menjamurnya "Pusat Bimbingan Belajar" di Indonesia saya persepsikan sebagai salahsatu obat manjur terhadap kualitas PBM di SD, SMP, dan SMU yang belum baik; belum cukup bermanfaat; dan atau belum cukup untuk memenuhi kebutuhan para siswa.

Mohon maaf atas kekurang dan kesalahan.
Billaahit-taufiq wal hidaayah.
Wassalaam. Wr. Wb.

Terima Kasih,
Ttd
Defathya

Posted at 10:38 am by deefathya

mpi
July 4, 2006   04:30 PM PDT
 
sistem yang aneh memang .. semakin aneh ..secara sistem yang dipakai sekarang adalah KBK dimana seharusnya tidak ada anak yang tidak naik karena KBK itu prinsipnya anak belajar tuntas.. kalaupun nilai anak dibawah SKBM selalu ada acara REMEDIAL sampai nilai anak itu memenuhi SKBM.. jadi anak dianggap belajar tuntas. yang lucu .. sehari-hari aja anak sudah dikenalkan dengan acara remedial untuk memenuhi target 'Tuntas' . . tapi kenapa beda untuk UAN... kenapa g ada remedial ??
*hehehe nyambung g sih ??
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry